Connect with us

Lampung Selatan

Relawan KORPRAGI Gelar Mancing Gratis Bersama RMD di Katibung, Mulyadi Ajak Warga Coblos Paslon 02 Mirza-Jihan

Published

on

Relawan KORPRAGI Gelar Mancing Gratis Bersama RMD di Katibung, Mulyadi Ajak Warga Coblos Paslon 02 Mirza-Jiha

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Relawan KORPRAGI menggelar acara mancing gratis bersama masyarakat Kecamatan Katibung Lampung Selatan. Acara mancing gratis ini bertujuan untuk mengkampanyekan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut 02, Rahmat Mirzani Djausal dan Dr, Jihan Nurlela.

Hal ini dikatakan Mulyadi Zak (Ogel) selaku ketua Relawan pada media ini, minggu (27/10/2024) di Dusun Tanjungan Induk Desa Tanjungan Kecamatan Katibung.

Dihadapan ratusan warga dan disaksikan Komandan Lampung Selatan Wahrul Fauzi Silalahi dan Faisal Purba anggota Fraksi Gerindra DPRD Lamsel, Mulyadi Zak dengan semangat menyuarakan nama paslon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor 02.

“Kiyai Mirza, gubernur. Mirza-Jihan, menang, menang,”teriak Ogel sapaan akrabnya, seraya disambut sorak-sorak warga.

Ogel mengajak warga yang hadir dalam acara tersebut untuk memilih paslon Mirza-Jihan pada 27 oktober 2024 nanti.

“Kenapa saya pilih katibung, karena disini memang basisnya Prabowo. Jadi, siap coblos nomor dua ya, Mirza-Jihan supaya Lampung Maju,”kata Ogel disambut teriakan, Mirza-Jihan menang-menang.

Sementara, Ketua Pimpinan Anak Cabang Partai Gerindra Kecamatan Katibung Lamsel, Abdul Haris Tajir menjelaskan kegiatan mancing gratis ini merupakan inisiatif dari Relawan KORPRAGI yang bertujuan mensosialisasikan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor 02, Mirza-Jihan.

Haris Tajir mengatakan ada sekitar 200 orang yang hadir dalam giat mancing gratis bersama RMD ini. Warga yang hadir, kata Haris Tajir, merupakan warga Kecamatan Katibung dan acara ini sudah sejak lama dinantikan masyarakat setempat.

“Dari yang ngisi daftar hadir lomba mancing saja itu sekitar 170 lebih, belum yang tidak isi absen,” jelas Haris Tajir.

Ia berharap warga komitmen memilih paslon kepala daerah provinsi lampung yang didukung Pak Prabowo ini. “Harapan kita, warga coblos nomor urut 02, Mirza-Jihan. Mudah-mudahan saja warga komitment dukung RMD,”harapnya.

Sementara, Farizal Purba menghimbau warga untuk menjaga kodusifitas selama pilkada tahun ini. Ia juga menghimbau warga agar menggunakan hak pilihnya pada 27 november 2024 nanti. “Jaga kondusifitas menjelang pilkada ini. Dan gunakan hak pilih kita, jangan golput/tidak nyoblos (tidak menyalurkan hak suara),”ungkap Tuan Ical. ( nes)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Sapi Bantuan Di Duga Kuat dikuasai Oleh Oknum Anggota DPRD Lamsel

Published

on

By

Sapi Bantuan Di Duga Kuat dikuasai Oleh Oknum Anggota DPRD Lamsel

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan— Dugaan penggelapan sapi bantuan milik Kelompok Sahabat Tani di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan ( Lamsel) kembali mencuat dan menyeret nama anggota Komisi IV DPRD Lam-Sel inisial TM.

Kasus ini sebelumnya sempat terungkap pada pertengahan tahun 2025 dan telah ditangani oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel . Saat itu, Ketua Kelompok Tani Sahabat Tani, Dedi Susanto, berkomitmen akan mengganti sapi yang telah dijual pada Agustus 2025.

Bantuan 20 ekor sapi tersebut diketahui merupakan program aspirasi anggota Komisi IV DPR RI, Sudin Kala itu, yang digulirkan sejak tahun 2021. Namun, meski bukan anggota kelompok Tani , sapi bantuan tersebut diduga dikuasai oleh anggota DPRD Lamsel TM.

Ketika Di Konfirmasi Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa keanggotaan Kelompok Sahabat Tani didominasi oleh keluarga TM. Ia menyebut, posisi dalam kelompok diisi oleh menantu, anak, istri, adik, hingga orang tua TM.

“Sebagian besar anggota kelompok itu keluarga beliau. Ketua kelompok merupakan menantunya, lalu istrinya adalah anak kandung TM, serta ada juga istri dan orang tuanya,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Salah satu pengurus kelompok, Marimun, menjelaskan bahwa dirinya ditugaskan merawat sapi dan menerima upah bulanan antara Rp1 juta hingga Rp2 juta dari TM.

“Kalau ada uang dikasih, kadang Rp1 juta, kadang Rp2 juta, tapi tidak tentu,” kata Marimun.

Selain itu, ia juga mengaku pernah menerima bagian sebesar Rp20 juta dari hasil penjualan lima ekor sapi. Namun, ia menyebut tidak pernah mengetahui harga jual sapi karena seluruh proses penjualan dikendalikan oleh TM, bukan oleh ketua kelompok.

Saat ini, dari total 20 ekor sapi bantuan, Hanya tersisa 14 ekor indukan yang masih dirawat.

Sementara itu, anggota kelompok lainnya, Agus Roni, mengaku tidak pernah dilibatkan dalam penjualan sapi maupun menerima bagian dari hasil penjualan.

“Saya pernah membantu mencari pakan, tapi tidak lama. Untuk penjualan, saya tidak pernah dilibatkan atau mendapat bagian,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, TM belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp tidak mendapatkan respons.

Kasus ini kembali menjadi sorotan masyarakat dan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara transparan oleh pihak terkait guna memastikan kejelasan pengelolaan bantuan tersebut. ( Sam /tim).

Continue Reading

Trending