Connect with us

Lampung Selatan

Suhadirin Anggota DPRD Lampung Selatan Melakukan Reses KE-2 Tahun 2025 di Kelurahan Way Lubuk

Published

on

Suhadirin Anggota DPRD Lampung Selatan Melakukan Reses KE-2 Tahun 2025 di Kelurahan Way Lubu

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Pengawasan terhadap anak muda harus terus dilakukan mengingat situasi akhir-akhir ini yang kerap terjadi perkelahian. Anak-anak muda usia 12 hingga 18 tahun masih dalam pengawasan yang harus dijaga, dirawat, pelihara dan diberi pendidikan tinggi karena meraka adalah generasi penerus bangsa.

Hal ini disampaikan Suhadirin anggota DPRD Lampung Selatan saat melakukan reses ke-2 tahun 2025 di Kelurahan Way Lubuk Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, Senin (18/8/2025).

“Itu yang berkaitan dengan anak muda, banyak informasi kejadian yang masuk ke saya, anak-anak muda ini main bawa-bawa parang, golok dan lainnya, ini sering terjadi. karena kurangnya pengawasan, “kata Suhadirin.

Pria yang akrab di sapa Bang Ujang ini berpesan, selain mengawasi, orang tua juga harus memberi kebebasan dan kepercayaan kepada anak muda.

“Pesan saya! kepada bapak ibu, beri mereka (anak-anak muda) kebebasan tetapi tetap kita awasi. Kenapa? Karena kalau kebebasan dihalangi, mereka akan berontak. Tetapi kita sebagai orang tua harus tahu anak sedang berada dimana, ngobrol dengan siapa, kondisinya seperti apa. Kita harus tahu, jangan cuek, karena anak itu penerus kita. Ketika anak umur 12 sampai 18 tahun itu, beri dia kepercayaan maka dia akan tumbuh. Berkat di ber kepercayaan maka akan timbul rasa tanggung jawab, dan anak-anak kita ini akan menjaga kepercayaan tersebut. Dan saya yakin anak-anak muda sekarang ini pintar dan cerdas,”jelas Anggota Fraksi Nasdem DPRD Lamsel tersebut.

Dengan memberikan kepercayaan dan tanggung jawab, lanjut Suhadirin, lebih penting dari pada menghalangi segala kegiatan anak.
“Kita harus selalu komunikasi dengan anak. Dengan siapa dia bergaul, apa saja kegiatannya dan dia harus pamit ketika mau pergi, gak selonong boy. Kita harus saling menghargai dan memberikan kepercayaan kepada anak. Konsepnya sederhana seperti itu saja, “pungkasnya.

Prihal reses ke-2, warga Kelurahan Way Lubuk Kalianda mengusul 4 hal yakni normalisasi saluran drainase jalan trans sumatera di lingkungan 04, normalisasi sungai, normalisasi jaringan irigasi dan BPJS kesehatan untuk lansia.

Penulis : Anesmi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending