Connect with us

Lampung Selatan

Suhar Pujianto anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Gelar Reses Ke 1, Serap Aspirasi Masyarakat Way Panji

Published

on

 

Suhar Pujianto anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Gelar Reses Ke 1, Serap Aspirasi Masyarakat Way Panj

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan Anggota Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan (Lamsel) Fraksi PDI-P, Suhar Pujianto gelar reses pertama , Senin (13/5/2024.)

Reses pertama di 2024 itu dilakukan di Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Lamsel di kediaman Kepala desa (Kades) setempat, Marjana. Hal ini dikatakan Suhar Pujianto pada media ini, pada media ini, 13 mei 2024.

Reses adalah kegiatan anggota dewan perwakilan rakyat di luar kantor, tujuan Reses itu sendiri adalah menampung aspirasi warga masyarakat.

“kewajiban kita sebagai anggota dewan yang dipilih oleh rakyat. Desa Sidoharjo adalah desa di Kecamatan Way Panji itu artinya desa ini juga masih Dapil II , Dapil II itu Kecamatan Palas, Way Panji dan Kecamatan Sidomulyo,”kata Suhar Pujianto .

Seluruh aspirasi yang sampaikan warga, Kata Suhar, di catat dan dituangkan kembali di pokok pikiran (Pokir). Aspirasi warga ini nantinya akan dibahas bersama anggota DPRD Lamsel lainnya. Ada pun usulan warga yakni pembangunan peningkatan jalan Onderlagh di Dusun 4 RT 02 Desa Sidoharjo Way Panji Lamsel.

Sementara itu, Kades Sidoharjo, Marjana berharap, Apa yang menjadi aspirasi warganya tersebut agar dapat di kawal di Pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini Pemda Lampung Selatan.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran anggota dewan didesa kami, Kami sangat berharap apa yang menjadi usulan warga agar di kawal,” Pungkasnya.

Penulis : Rahmat

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending