Connect with us

Lampung Selatan

Anggota DPRD Widodo Serap Aspirasi Warga Kemukus Saat Reses 

Published

on

Anggota DPRD Widodo Serap Aspirasi Warga Kemukus Saat Reses

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Widodo dari Fraksi PAN, melaksanakan kegiatan Reses Persidangan II Tahun 2025 di Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, Jumat (17/10/2025). Reses digelar di tiga titik wilayah desa, yakni RT 09 RW 03, RT 10 RW 04, dan RT 14 RW 01, dihadiri oleh warga, Kepala Desa Kemukus Sumardi, para kepala dusun, serta tokoh masyarakat.

Kepala Desa Sumardi menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyebut reses menjadi kesempatan bagi masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.

“Kami berterima kasih kepada Pak Widodo yang sudah datang dan mau mendengar langsung keluhan warga. Tidak semua wakil rakyat mau turun ke lapangan seperti ini,” ujarnya.

Dalam reses itu, Widodo menegaskan komitmennya memperjuangkan kepentingan petani, peternak, pelaku UMKM, dan kelompok usaha kreatif. Ia juga menyoroti aspirasi masyarakat terkait jalan usaha tani, status tanah register, dan kebutuhan gardu listrik di Dusun 01.

“Terkait gardu listrik, saya sudah koordinasi dengan PLN. Prosesnya sedang berjalan,” jelas Widodo. Ia juga mengapresiasi upaya Bupati Radityo Egi Pratama yang telah memperbaiki jembatan penghubung Sripendowo–Kemukus sebagai bukti nyata perhatian pemerintah. (***)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending