Connect with us

Lampung Selatan

DPRD Pringsewu dan Lampung Selatan Perkuat Sinergi Pengawasan dan Pendidikan

Published

on

DPRD Pringsewu dan Lampung Selatan Perkuat Sinergi Pengawasan dan Pendidikan

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan — Sekretaris DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Achmad Herry, menerima kunjungan kerja Komisi III dan Komisi IV DPRD Kabupaten Pringsewu di ruang rapat Sekretariat DPRD Lampung Selatan, Kamis (9/10/2025).

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga legislatif daerah, terutama dalam hal pengawasan pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Rombongan DPRD Pringsewu yang dipimpin masing-masing ketua komisi disambut hangat oleh Achmad Herry beserta jajaran. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan diwarnai diskusi mendalam mengenai strategi pengawasan pembangunan di daerah.

Dalam kesempatan itu, Komisi III DPRD Pringsewu menyoroti pengawasan terhadap aktivitas pembangunan, khususnya kegiatan Galian C yang berpotensi berdampak pada lingkungan dan infrastruktur.

Menanggapi hal tersebut, Achmad Herry menegaskan bahwa DPRD Lampung Selatan berkomitmen mendorong pemerintah daerah agar setiap kegiatan penambangan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kami terus memperkuat fungsi pengawasan, terutama terkait izin dan dampak lingkungan dari kegiatan Galian C,” ujar Achmad Herry. “Kegiatan pembangunan harus tetap sejalan dengan tata ruang dan keberlanjutan ekosistem.”

Sementara itu, Komisi IV DPRD Pringsewu memusatkan pembahasan pada peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan tenaga pendidik.

“Lampung Selatan punya banyak inovasi yang bisa kami pelajari, terutama dalam pemerataan fasilitas belajar di wilayah pedesaan,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antar-DPRD di Provinsi Lampung.(***)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending