Connect with us

Lampung Selatan

Gawat ! Banyak Gerombolan Lalat Di Tumpukan Sampah SPPG Bumi Daya Palas

Published

on

Gawat ! Banyak Gerombolan Lalat Di Tumpukan Sampah SPPG Bumi Daya Pala

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan — Kebersihan lingkungan Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, dibawah naungan Yayasan Alfiab Husin patut dipertanyakan. Pasalnya, di halaman Kantor SPPG tersebut banyak dijumpai lalat tepat di tumpukan sampah bekas sisa makanan.

Berdasarkan pantauan Tim Media saat berkunjung ke Kantor SPPG Bumi Daya banyak tumpukan sampah sisa makanan yang dibungkus dalam plastik warna hitam dan merah. Tumpukan sampah tepat disamping pintu masuk halaman kantor SPPG itu banyak lalat yang menghinggapi sampah tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Bumi Daya, Fajar Widi Atmoko mengatakan tumpukan sampah tersebut akan dibersihkan dan dismbil setiap sore hari.

“Untuk limbah, seperti bekas sisa MBG ini biasanya diambil dan dibersihkan setelah pembersihan ompreng selesai. Dan itu setiap hari diambil, biasanya sore diambilnya,” kata Fajar saat diwawancarai di kantor SPPG Bumi Daya pada Selasa, 11 November 2025, sekitar pukul 14.44 WIB.

Ditempat yang sama, Asisten Lapangan (Aslap) Kantor SPPG Desa Bumi Saya, Adit, menjelaskan limbah sisa MBG yang menumpuk di depan halaman Kantor SPPG tersebut akan diambil dan dikelola oleh karang taruna setempat.

“Sampah sisa makanan akan dikelola oleh karang taruna, bank sampah,” ucapnya.

Saat disinggung mengenai banyaknya lalat menghinggap di tumpukan sampah sisa makanan di halaman Kantor kantor SPPG Bumi Daya, ia mengatakan pihaknya sudah menggunakan insect killer untuk mengatasi lalat dilingkungan Kantor SPPG.

“Kita punya insect killer. Ya untuk yang didepan itu tadi, setiap sore diambil. Jadi mulai malam kita kerja, sampah itu udah gak ada. Menurut saya ke kehigienisan terjaga. Jadi, mulai malam kita masak hingga siang sampai dengan penyaluran itu sudah tidak ada lalat itu bersih,” pungkasnya. TIM

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending