Connect with us

Lampung Selatan

Masyarakat Bumi daya Makan Bersama Di Atas Jalan Rabat Beton Wujud Rasa Syukur Mensyukuri

Published

on

Masyarakat Bumi daya Makan Bersama Di Atas Jalan Rabat Beton Wujud Rasa Syukur Mensyukuri

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai acara syukuran yang digelar masyarakat Dusun Mekar Jaya 2, Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, pada Rabu malam (7/1/2026).

 

Kegiatan syukuran tersebut berlangsung di ruas jalan yang baru selesai dibangun menggunakan cor beton. Acara ini merupakan inisiatif murni dari masyarakat setempat sebagai bentuk rasa syukur atas terealisasinya pembangunan Jalan Rabat Beton pada jalur poros Bumidaya–Bumirestu.

 

Pembangunan jalan tersebut dilaksanakan di bawah kepemimpinan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan, dengan pelaksana kegiatan CV. Adie Jaya Perkasa.

 

Sebelumnya, kondisi jalan tersebut sempat memprihatinkan dan dipenuhi kubangan. Bahkan, warga pernah melakukan aksi kreatif dengan menebar sekitar 400 ekor ikan lele di jalan berlumpur sebagai bentuk aspirasi dan harapan agar jalan poros tersebut segera dibangun oleh pemerintah daerah.

 

Salah satu warga Dusun Mekar Jaya 2, Nur Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan syukuran tersebut merupakan inisiatif warga sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama.

 

“Alhamdulillah syukuran doa bersama dalam rangka antusias masyarakat menyambut jalan baru,” ujar Hamid.

 

Ia menambahkan, dalam acara doa bersama tersebut, masyarakat juga menggelar makan bersama tepat di atas jalan yang baru dibangun.

 

“Masyarakat bawa makan masing-masing dari rumah pakai besek, terus tukeran besek dan makan bersama di jalan baru ini bang,” ucapnya.

 

Dresta masyarakat setempat juga mengucapakan rasa syukur dan ribuan terimakasi kepada Bupati Lampung Selatan.

 

“Saat ini jalan kami sudah menjadi bagus dan tidak ada rasa sakit pinggang lagi saat melewati jalan ini, dan tidak ada lagi kubangan air terimakasi pak Bupati Lampung Selatan,” pungkasnya.

 

Syukuran sederhana ini menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan warga atas hadirnya infrastruktur jalan yang diharapkan dapat memperlancar aktivitas serta meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Bumi Daya. (***)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending