Connect with us

Lampung Selatan

Jalan Pemuda Desa Sukapura Rampung Dibangun, Warga Ucapkan Terimakasih ke Bupati 

Published

on

Jalan Pemuda Desa Sukapura Rampung Dibangun, Warga Ucapkan Terimakasih ke Bupati

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Pekerjaan peningkatan Jalan Pemuda di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, sudah selesai di Kerjakan oleh Rekanan.

Warga menyambut gembira selesainya pembangunan tersebut karena dianggap mampu meningkatkan kelancaran mobilitas dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, pada hari kamis ( 20/11/2025 )

Proyek ini merupakan bagian dari kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK), kegiatan berupa rekonstruksi jalan dengan nilai anggaran sebesar Rp197.876.693 yang bersumber dari APBD Tahun 2025. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh PT Rajabasa Bersemi dengan durasi 75 hari kalender.

Kepala Desa Sukapura, Giyanto, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang telah merealisasikan pembangunan tersebut.

“Alhamdulillah, jalan ini sudah selesai dan hasilnya sangat baik. Kami atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan Bupati Radityo Egi Pratama dan Dinas PUPR,” ujar Giyanto.

Ia menyebutkan bahwa penyelesaian pembangunan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pemerataan infrastruktur hingga tingkat desa. Menurutnya, keberadaan jalan baru ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi harian.

Giyanto juga berharap pembangunan infrastruktur di desanya dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa masih ada beberapa titik jalan yang membutuhkan perbaikan lanjutan demi meningkatkan kenyamanan warga.

Dengan rampungnya pekerjaan peningkatan Jalan Pemuda, masyarakat berharap kualitas jalan tersebut dapat memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu Ibu Raminah salah satu warga setempat Dia menyampaikan Sebelum di Bangun jalan ini sering Banjir, dia sangat berterima kasih kepada pemerintah

  1. ” Alhamdulillah Pak, sangking seneng ne poll, jalan ini tepat di rumah saya, sebelum di bangun jalan ini sering banjir kalau hujan, Terimakasih Kepada bapak Bupati dan Pak Kades Giyanto , ” Pungkasnya.

(joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending