Connect with us

Lampung Selatan

Pemdes dan Masyarakat Desa Mekar Mulya Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati 

Published

on

Pemdes dan Masyarakat Desa Mekar Mulya Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati

 

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Pembangunan jalan penghubung di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, mulai dikerjakan. Warga menyambut baik realisasi proyek rabat beton tersebut sebagai langkah awal pemerataan pembangunan infrastruktur jalan desa. Kamis ( 20/11/2025 )

 

Pembangunan yang dilaksanakan sepanjang 180 meter ini merupakan bagian dari peningkatan Jalan Dusun Rajawali RT 001 menuju Dusun Suka Makmur RT 003. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Jaya Nawawi dengan nilai kontrak Rp 286.632.323, bersumber dari APBD Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025, dengan waktu pelaksanaan 75 hari kalender.

 

Kepala Desa Mekar Mulya, Cahyanto, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Dinas PUPR “Kami sangat bersyukur, pembangunan jalan dengan jenis rabat beton ini akhirnya terealisasi. Terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, yang telah membangun jalan Di Desa kami, tidak lupa saya juga Sangat berterima kasih kepada Anggota DPRD ibu Yuti yang mengawal proposal ajuan kami dalam peningkatan yang telah memperhatikan kebutuhan infrastruktur di desa kami,” ujarnya.

 

Menurut Cahyanto, warga juga berharap agar pembangunan jalan ini dapat dilanjutkan di tahun depan. Ia menyebut masih ada sekitar kurang lebih 2 kilometer ruas jalan ini yang belum tersentuh pembangunan. “Mudah-mudahan tahun depan bisa dilanjutkan sampai titik akhir. Ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk memperlancar akses pertanian dan mobilitas harian,” jelasnya.

 

Salah satu tokoh masyarakat, Aang, juga menyampaikan apresiasinya. Ia mengatakan pembangunan tahap awal sepanjang 180 meter merupakan bukti kehadiran pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. “Alhamdulillah jalan ini mulai dikerjakan. Walaupun baru 180 meter, ini sudah sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

 

Proyek ini direalisasikan berdasarkan usulan masyarakat melalui Pemerintah Desa Mekar Mulya, yang kemudian menjadi bagian dari pokok pikiran (pokir) Ketua Komisi III DPRD Lampung Selatan, Yuti Rama Yanti. Warga berharap program tersebut terus berlanjut hingga seluruh jalan desa dapat diperbaiki.(Joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Published

on

By

Hama Beluk Serang Tanaman Padi ‎Di Sawah Palas

Ungkapselatan.com, Palas – Petani padi di Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menghadapi ancaman serangan hama. Belum sepenuhnya lepas dari gangguan hama tikus, kini tanaman padi mereka diserang hama beluk atau penggerek batang yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi gagal berisi.

‎Kondisi tersebut membuat petani khawatir mengalami kerugian saat musim panen tiba. Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan telah dilakukan, termasuk penyemprotan menggunakan pestisida. Namun, serangan hama masih menjadi persoalan yang meresahkan petani.

‎Keresahan itu disampaikan petani senior, Abdul Muthalib, saat ditemui di tanggul sawah pada Sabtu (10/10/2026). Ia mengatakan, musim tanam gadu kali ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan air hingga ancaman serangan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

‎“Luar biasa perjuangan musim ini. Selain memastikan kebutuhan air tercukupi, kami juga harus menjaga perkembangan dan pertumbuhan padi agar sehat, kuat, serta tahan terhadap serangan hama,” ujar Muthalib.

‎Ia menjelaskan, meskipun pasokan air dari aliran Way Pisang masih cukup membantu pengairan sawah, petani tetap menghadapi kekhawatiran terhadap serangan hama tikus dan beluk. Kondisi tersebut semakin menambah beban petani yang harus menjaga tanaman hingga masa panen.

‎Menurutnya, serangan beluk terlihat di sejumlah jalur persawahan, mulai dari jalur satu, dua, tiga hingga jalur lima. Pada beberapa bagian tanaman, bulir padi tampak memutih, yang diduga menjadi tanda gabah tidak terisi sempurna.

‎“Saya amati, hampir merata di beberapa jalur persawahan, buah padinya keluar putih. Kami sudah melakukan penyemprotan menggunakan pestisida, di antaranya yang disebut Vertako dan Incifio, tetapi serangan ini masih menjadi kendala,” keluhnya.

‎Muthalib yang mengaku biasanya memperoleh hasil panen hingga 10 ton per hektare itu berharap kondisi tanaman saat ini tidak berdampak besar terhadap produktivitas panen. Ia khawatir, apabila serangan terus meluas, hasil panen petani akan menurun dan pendapatan mereka ikut terdampak.

‎Di lokasi yang sama, petani setempat, Toiba, turut menyampaikan harapannya agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi serangan hama tersebut.

‎“Dengan kondisi padi seperti ini, jika ada solusi dari pemerintah, kami berharap bisa dibantu mencari jalan keluarnya agar tidak mengalami kerugian yang dapat memengaruhi ketahanan pangan,” harap Toiba.

‎Sementara itu, Adi Ahdiansyah, S.P., selaku penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Palas Aji, merespons informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp.

‎Ia menyampaikan rencana untuk meninjau langsung kondisi tanaman padi di lokasi pada keesokan harinya.

‎“Besok kita lihat ke lokasi,” tulis Adi melalui pesan WhatsApp.

‎Kunjungan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kondisi tanaman, memastikan penyebab bulir padi memutih, serta menentukan langkah penanganan yang tepat agar serangan hama tidak semakin meluas dan kerugian petani dapat diminimalkan. (Joe/Sam)

Continue Reading

Trending