Connect with us

Lampung Selatan

Pembangunan Drainase Lingkungan Desa Sukapura Di Kerjakan Asal – Asalan 

Published

on

Pembangunan Drainase Lingkungan Desa Sukapura Di Kerjakan Asal – Asalan

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – Proyek pembangunan saluran drainase lingkungan di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi sorotan setelah muncul dugaan pekerjaan dilakukan asal jadi. Proyek yang bersumber dari APBD Lampung Selatan tahun anggaran 2025 itu dinilai tidak memenuhi standar teknis, terutama pada bagian lantai dasar saluran yang seharusnya menggunakan adukan semen.

 

Selain tidak adanya lantai dasar, pekerjaan dengan nilai kontrak Rp198.119.122 dan panjang 350 meter tersebut juga diduga memakai material tidak sesuai spesifikasi. Warga menilai penggunaan batu lapis dan batu kali berukuran kecil dapat menurunkan kualitas konstruksi dan berpotensi memperpendek usia pakai bangunan. Minimnya pengawasan dari Dinas PUPR maupun konsultan pelaksana turut memperkuat keraguan warga terhadap mutu pengerjaan.

 

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan pembangunan drainase itu dikerjakan oleh CV Biliqis dengan nomor kontrak 177-SPK/KONS-DRAINASE/CK-DPUPR-LS/2025.

 

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan kualitas material yang digunakan. “Biasanya pembangunan drainase tidak memakai batu lapis, apalagi batu kali kecil. Apa yakin bahan seperti ini bisa awet?” ujarnya, Selasa, 18 November 2025.

 

Kepala Desa Sukapura, Giyanto, juga menyoroti kondisi pemasangan material di lokasi. Ia menegaskan bahwa jenis batu yang digunakan tampak tidak sesuai standar. “Memang batu yang digunakan kurang bagus. Ada batu lapis juga. Batunya tidak bulat. Yang jelas, ini kurang benar,” katanya saat meninjau pekerjaan.

 

Sementara itu, Arjun, salah satu perwakilan pekerja, membenarkan penggunaan batu lapis dan batu berukuran kecil. Ia menyebut kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan stok material. “Iya, benar menggunakan batu lapis dan batu kecil. Karena material belum tersedia,” ujarnya menjelaskan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Lampung Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian material dalam proyek tersebut.(Tim)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Hari Kedua Bocah Hanyut Di Way Pisang Palas Aji Belum Di Temukan

Published

on

By

Hari Kedua Bocah Hanyut Di Way Pisang Palas Aji Belum Di Temukan

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan

‎– Tim SAR gabungan Kabupaten Lampung Selatan terus melakukan pencarian terhadap Bocah Khenzi (6), Anak Sabihis Gunawan Warga Palas aji Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, yang dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Way Pisang di Desa Palas Aji. Hingga pencarian hari kedua berakhir belum di temukan hingga Minggu sore (7/6/2026),

korban masih belum ditemukan.

‎Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari lokasi awal korban tenggelam hingga radius sekitar dua kilometer. Operasi ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lampung Selatan, Basarnas Pos SAR Bakauheni, Polsek Palas, Koramil Palas, pemerintah rKecamatan Palas, Banser NU , Satpol PP, serta masyarakat setempat.

Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan Lampung Selatan, Hendry, yang memimpin operasi pencarian, mengatakan seluruh personel telah berupaya maksimal melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

“Kami bersama tim gabungan telah melakukan penyisiran dari lokasi awal korban tenggelam hingga radius sekitar dua kilometer. Namun sampai sore ini korban belum berhasil ditemukan,” ujar Hendry.

Petugas Pos SAR Basarnas Bakauheni, Riyan, menjelaskan bahwa proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya tumpukan sampah dan pepohonan di sepanjang aliran sungai. Meski kondisi arus mulai surut, tim tetap melakukan penyisiran secara menyeluruh dengan mengutamakan keselamatan personel.

“Arus sungai memang sudah mulai surut, namun banyak tumpukan sampah dan pepohonan yang menjadi hambatan dalam proses pencarian. Kami tetap berupaya melakukan penyisiran secara maksimal,” kata Riyan.

Operasi pencarian juga mendapat dukungan dari unsur Polsek Palas, Koramil Palas, Pemerintah Kecamatan Palas, relawan, serta warga yang turut membantu menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Way Pisang.

‎Karena kondisi mulai gelap dan demi menjaga keselamatan seluruh personel, pencarian dihentikan sementara pada Minggu sore. Tim SAR gabungan

 

‎dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pencarian pada Senin pagi dengan memperluas area penyisiran.

‎Hingga berita ini diturunkan, Khenzie masih dalam pencarian. Keluarga dan masyarakat setempat terus berharap korban dapat segera ditemukan.

‎(Joe)

Continue Reading

Trending