Connect with us

Lampung Selatan

PT.ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Siapkan 66 Kapal Untuk Angkutan Lebaran Tahun 2024

Published

on

PT.ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Siapkan 66 Kapal Untuk Angkutan Lebaran Tahun 202

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan telah menyiapkan 7 dermaga yakni eksekutif dan reguler untuk angkutan lebaran tahun 2024 ini.

Hal ini dikatakan General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Capt. Rudi Sunarko saat Konferensi Pers Angkutan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah di Kantor PT ASDP Cabang Bakauheni pada rabu 20 maret 2024.

Capt. Rudi Sunarko mengatakan ada 7 dermaga yang disiapkan di Merak dan Bakauheni terdiri dari 1 dermaga eksekutif dan 6 reguler sedangkan express masih tahap persiapan. Untuk jumlah armada sebanyak 66 kapal.

Pihak ASDP mempunyai kebijakan prihal tiket expires namun dengan syarat ada bukti tiket yang jelas.

” Tiket expired (kadaluwarsa) bisa kita lihat, kalau ada cuaca extrime, ada tanah longsor, banjir dan sebagainya! Itu sudah tercover di SOP kita. Itu nanti kita akan ada kebijakan tetap bisa nyeberang yang penting ada berita bukti. Maksudnya ada kecelakaan dan sebagainya, itu bisa tercover, kecuali kita (pengguna jasa) datangnya telat itu memang salahnya custumernya sendiri,”kata GM Rudi Sunarko.

Penulis : Anesmi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Kadis Perikanan Meninjau Lokasi Rencana Budidaya Tematik di Desa Bandan Hurip

Published

on

By

Kadis Perikanan Meninjau Lokasi Rencana Budidaya Tematik di Desa Bandan Hurip

 

Ungkapselatan.com, Lampung Selatan — Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan, Aryantoni, S.Sos., MM, meninjau langsung lokasi rencana Budidaya Tematik di Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Kamis (22/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

 

Aryantoni mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kelayakan lokasi yang akan dijadikan sebagai salah satu titik budidaya ikan, khususnya ikan nila.

 

“Saat ini kita meninjau lokasi budidaya tematik apakah layak atau tidak, untuk dijadikan salah satu titik budidaya ikan, kemungkinan ikan nila,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya sebatas penyaluran bantuan bibit ikan, namun juga disertai dengan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat desa.

 

“Tidak kita lepas begitu saja, pasti nanti akan ada pembinaan juga. Kalau memang ini disetujui dan jika sudah berjalan akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.

 

Lebih lanjut, Aryantoni menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan berupa kucuran anggaran, melainkan bantuan langsung dalam bentuk sarana dan prasarana budidaya.

 

“Bentuk bantuan langsung bibit dan kolam biopflok yang langsung dari kementerian,” jelasnya.

 

Meski demikian, ia menekankan bahwa pihak desa juga memiliki kewajiban untuk menyiapkan fasilitas pendukung, seperti sumur bor dan jaringan listrik, guna menunjang operasional kolam biopflok.

 

“Desa harus sanggup menyiapkan fasilitas sumur bor dan listrik untuk mengisi atau mengaliri air yang ada di biopflok itu. Ini baru pertama kali untuk di Lampung Selatan dan ada lima titik yang kita survei dari berbagai kecamatan,” tambahnya.

 

Aryantoni berharap, ke depan program budidaya tematik tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa

 

“Harapan kami ke depannya bagaimana caranya budidaya tematik ini dapat berkembang dan bukan hanya lima titik saja, tapi berkembang lebih banyak lagi,”pungkasnya. ( ** )

Continue Reading

Trending