Connect with us

Lampung Selatan

Sertijab, Metti Asmira Resmi Jabat  Kepala UPT Puskesmas Palas ‎

Published

on

Sertijab, Metti Asmira Resmi Jabat  Kepala UPT Puskesmas Palas

Ungkapselatan.com ‎Lampung Selatan ‎— Serah terima jabatan Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Palas resmi digelar pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut. Turut hadir dalam acara itu perwakilan Kapolsek Palas, Aiptu Hasudungan, serta jajaran tenaga kesehatan setempat.

‎Dalam sambutannya, Bambang Kurniawan, S.KM., MM, yang kini mendapat tugas baru di Puskesmas Natar, menegaskan pentingnya komitmen seluruh pegawai untuk tetap menjalankan program pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan harus selalu berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

‎“Untuk ke depannya, agar semua berjalan baik sesuai program Bupati Egi, kita harus mementingkan kepentingan masyarakat dalam pelayanan,” ujar Bambang secara langsung.

‎Ia juga berharap para tenaga kesehatan di Kecamatan Palas dapat menjaga kekompakan dan terus meningkatkan kualitas layanan demi terciptanya pelayanan yang optimal.

‎Sementara itu, Metti Asmira, S.Kep., yang resmi menggantikan Bambang sebagai Plt Kepala UPT Puskesmas Palas, menyampaikan kesiapan dalam mengemban amanah baru. Metti mengungkapkan bahwa dirinya memiliki pengalaman bertugas di beberapa puskesmas sebelumnya.

‎“Saya pernah bertugas di Puskesmas Way Panji dan Puskesmas Bumi Daya. Semoga pengalaman itu bisa membantu dalam menjalankan tugas di sini,” kata Metti.

‎Serah terima jabatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Kecamatan Palas sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan kesehatan yang lebih baik.(Joe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

Published

on

By

Warga Empat Desa Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Darurat di Way Pisang

‎Ungkapselatan.com, Palas – Warga Desa Palas Aji, Palas Pasemah, Rejomulyo, dan Bangunan, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu di aliran Way Pisang, Dusun 001, Desa Palas Aji, Minggu (14/6/2026).

‎Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan karena jembatan beton yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju areal persawahan roboh akibat diterjang banjir beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum kembali dibangun sehingga menyulitkan aktivitas para petani.

‎Dengan peralatan dan bahan seadanya, warga bersama-sama mengumpulkan batang bambu untuk dijadikan jembatan penyeberangan sementara. Semangat gotong royong tampak begitu kuat karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat yang setiap hari menuju lahan pertanian.

‎Perwakilan tokoh masyarakat Desa Palas Aji, Tamzili, mengatakan pembangunan jembatan bambu dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas petani tidak terhambat.

‎“Kami hari ini melaksanakan gotong royong membuat jembatan dari bambu karena kondisi darurat. Jembatan yang biasa kami gunakan roboh diterjang banjir. Sementara itu, setiap hari kami harus menyeberang untuk menuju sawah. Karena akses lama sudah tidak bisa digunakan, masyarakat sepakat membangun jembatan darurat secara swadaya,” ujarnya.

‎Tamzili berharap pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi karena dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dengan membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman.
‎Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk akses kendaraan roda dua, traktor, hingga mesin panen (combine harvester), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.

‎Senada dengan itu, Sibli, warga Desa Palas Pasemah, mengaku mendukung penuh pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan kebutuhan bersama masyarakat yang setiap hari melintasi Way Pisang untuk bekerja di sawah.

‎“Saya sangat mendukung dan siap membantu proses pembuatan jembatan ini karena manfaatnya untuk kita semua. Kalau bukan masyarakat sendiri yang bergerak, siapa lagi yang akan membantu. Jembatan ini sangat penting bagi para petani,” kata Sibli.
‎Pembangunan jembatan bambu ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur demi mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Continue Reading

Trending