Connect with us

Blog

Selama 2023, Pemkab Lampung Selatan Bedah Rumah Sebanyak 1.098 Unit

Published

on

Selama 2023, Pemkab Lampung Selatan Bedah Rumah Sebanyak 1.098 Unit

 Ungkapselatan.com, Kalianda – Selama tahun 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dibawah kepemimpinan Bupati H. Nanang Ermanto telah melaksanakan program rumah tidak layak huni (RTLH) atau yang lebih dikenal program bedah rumah sebanyak 1.098 unit.

 

Dari jumlah itu, sekitar 702 unit rumah dibantu dari anggaran APBD. Sisanya berasal dari Program Gerakan Sedekah Seribu (GESERBU), Baznas dan CSR dari pihak swasta.

 

Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampung Selatan Thamrin, S.Sos, M.M., saat memimpin upacara bulanan di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, yang berlangsung di Lapangan Korpri, Kalianda, Rabu 17 Januari 2024.

 

“Kita patut bersyukur di tahun 2023 lalu ada sekitar 1.098 unit RTLH yang dapat ditangani. Dan alhamdulillah, selama beberapa bulan ini program Geserbu telah membantu 13 rumah tidak layak huni di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Thamrin menyampaikan sambutan bupati.

 

Thamrin berharap, semua program yang baik tersebut dapat terus berjalan karena masih ada sekitar 9.000 rumah tidak layak huni di Kabupaten Lampung Selatan yang membutuhkan perhatian dari semua pihak, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat.

 

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah konsisten menyisihkan rizkinya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan rumah layak huni,” kata pejabat karir nomor satu di bumi Khagom Mufakat ini.

 

Sumber : Kominfo

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog

Proyek Pembangunan Hotmix dan Talud Desa Bali Nuraga – Trimomukti Kecamatan candipuro Terkesan Asal jadi 

Published

on

By

Proyek Pembangunan Hotmix dan Talud Desa Bali Nuraga – Trimomukti Kecamatan candipuro Terkesan Asal jadi

 

Ungkapselatan.com, LAMPUNG SELATAN – Baru Selesai, Proyek Jalan Hotmix penghubung antara Desa Bali Nuraga Kecamatan Way Panji Dengan Desa Trimo Mukti Kecamatan Candipuro sudah mengalami kerusakan di beberapa titik.

 

Warga Desa Trimo Mukti , Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Mengeluhkan kondisi jalan hotmix yang baru saja selesai dikerjakan.

Karena sudah mengalami kerusakan. Jalan yang berada di wilayah tersebut tampak retak dan hancur di sejumlah titik. Hanya baru Hitungan hari setelah proyek rampung. Jum’at (5/12/ 2025).

 

Proyek pengaspalan ini terlihat Dipapan proyek Pekerjaan :REKONTRUKSI JALAN SP SIDOHARJO – TRIMO MUKTI ( R. 028). KECAMATAN WAY PANJI.

Nomor Kontrak : 91/KTR/KONS-BM/DPUPR- LS/APBD/2025.

Tanggal Kontrak : 19 September 2025 .Nilai Pagu : 2.996.698.462,00. Pelaksana oleh CV. DIAN PERSADA.

 

Namun hasilnya justru menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat Banyak, Warga menilai pengerjaan dilakukan secara asal-asalan, diduga demi mengejar keuntungan dengan mengurangi kualitas material dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

 

“Kalau baru beberapa hari selesai tapi sudah rusak, jelas ada yang tidak beres. Ini patut diduga ada permainan spek material,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kecewa.

 

Kondisi ini turut menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lampung Selatan yang seharusnya bertanggung jawab memastikan kualitas pekerjaan di lapangan. Ketidakhadiran pengawasan yang ketat dinilai membuka peluang bagi kontraktor untuk melakukan praktik curang.

 

Kerusakan dini pada proyek jalan hotmix ini memperkuat dugaan bahwa kualitas tidak menjadi prioritas dalam pelaksanaan pembangunan. Alih-alih membawa manfaat, hasil proyek justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

 

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, memanggil pihak kontraktor pelaksana, dan menjatuhkan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.

 

“ Kami tidak ingin kejadian ini terus berulang. Harus ada langkah nyata dari pemerintah agar pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi rakyat,” pungkas Nyoman Cette.

 

Warga Setempat menuntut agar proyek jalan hotmix yang baru selesai dikerjakan namun sudah rusak parah untuk tidak dilakukan proses Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama. Hal ini dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban kontraktor agar memperbaiki kerusakan terlebih dahulu.

 

Terkait Dengan Rusaknya Proyek Jalan Hotmix Tersebut Anggota DPRD lampung Selatan Komisi III , Derri Kusuma Dari Fraksi Partai Golkar Dapil 7 saat Dihubungi Awak Media Melalui pesan WhatsAapp bertuliskan, ” Iya bang, akan kita tindak lanjutin ke komisi” Tegas Derri. ( Tim)

Continue Reading

Trending